Waspada! Ini 5 Tanda Anak Mama Mengalami Disleksia

Kursus Membaca – Penyiar radio Amy Zein pernah menyatakan sedih dan kecewa sebab anaknya dinilai bermasalah di sekolah, saat mulai masuk SD. Putra sulung Amy memang sedikit bertolak belakang dengan anak yang lain. Ia agaknya kendala memahami latihan sekolah dan sebab hal itu, ia menjadi mengganggu teman-temannya.

Ternyata, anak sulung Amy merasakan disleksia. Itu juga diketahui saat Amy mendatangi seorang psikolog. Akhirnya, Amy membawa anaknya terapi. Amy bilang, terdapat baiknya orangtua mengetahui tanda gangguan disleksia.

Apa tersebut Disleksia?

Disleksia ialah kesulitan dalam membaca, menulis, menyalin, dan memahami kata yang didengar. Kesulitan itu akan menyebabkan seseorang yang memiliki disleksia mengalami kendala dalam mengetahui inti bacaan.

Meskipun anak yang diperkirakan atau sudah mempunyai disleksia sudah mengindikasikan tanda-tanda semenjak usia dini seperti ketika masih duduk di bangku taman kanak-kanak, diagnosa ini seringkali baru didapat ketika anak berusia tidak cukup lebih 8 tahun atau setaraf dengan ruang belajar 3 SD.

Berdasarkan informasi yang dikutip oleh greatschools.org, di level ruang belajar 3 SD ini, anak bukan lagi belajar guna membaca, tetapi membaca guna belajar. Anak-anak yang memiliki kendala dalam menyimak secara lancar, mengalami kendala untuk mengekor pelajaran atau mengetahui isi rangkuman.

Kenali Gejalanya Sejak Dini!

Australian Dyslexia Association melafalkan bahwa seseorang yang mempunyai disleksia memiliki fenomena seperti berikut:

– Kesulitan menyimak satu kata,

– kendala saat menyimak dan mengeja sebab bingung dengan bunyi dari tiap huruf,

– tidak sedikit salah dalam mengeja,

– tidak sedikit salah dalam membaca, menyimak terlalu lama tidak dapat cepat,

– memiliki kendala dalam visual persepsi.

Berdasarkan keterangan dari para pakar, bisa jadi disleksia diakibatkan oleh hal keturunan (hereditary) dan struktur anatomi otak.

Australian Dyslexia Association pun menuliskan bahwa tidak terdapat obat yang dapat menyembuhkan disleksia.

Untuk meyakinkan bahwa anak benar-benar mempunyai disleksia, anak butuh mendapatkan penilaian yang menekankan kemampuannya dalam mendeteksi bunyi di tiap huruf dan menggabungkan untuk menyusun kata, keterampilan membaca secara fasih dan mengetahui apa yang baru saja dibaca, serta keterampilan dalam memberi label warna, gambar, benda, huruf secara cepat dalam format urutan tertentu.